Wednesday, February 4, 2015

Etiket Menjenguk Bayi dan Ibu Melahirkan


Tak banyak yg menyadari etiket mengunjungi bayi dan ibu yang baru melahirkan. Kadang mereka lupa atau mengabaikan perasaan ibu. Perasaan dan kondisi ibu pasca melahirkan biasanya campur aduk, mulai dari nyeri, lelah, kurang tidur, sensitif, dsb. Selain itu, ibu juga masih dalam keadaan belajar membangun kepercayaan diri sebagai ibu baru dan belajar mengenali bayinya. Kedatangan penjenguk yang terlalu banyak membuat waktu istirahat dan waktu berinteraksi ibu dengan bayinya menjadi terganggu. Saat seperti inilah keluarga terdekat harus jeli membaca situasi, apakah kondisi sang ibu siap untuk menerima penjenguk. Bila kondisi ibu sedang tidak siap, suami atau keluarga terdekat dapat menemani penjenguk yang sudah terlanjur datang.  Ada beberapa etiket tak tertulis dalam menjenguk yg sebaiknya diperhatikan agar tidak menimbulkan hal-hal tak menyenangkan.

1. Tunggulah sampai diundang. Seringkali kedatangan tamu yang belum diundang dapat merepotkan atau menambah beban ibu. Baiknya kirimkan dulu ucapan selamat via SMS atau messenger. Setelah itu, tunggu sampai sang ibu menyampaikan undangannya.

2. Jangan menjenguk dalam keadaan sakit.  Ingatlah bahwa bayi yang baru lahir belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Atur jadwal kunjungan berikutnya setelah keadaan membaik. Dan pastikan kebersihan tangan dan  pakaian sebelum menyentuh bayi.

3. Paham kapan harus mengembalikan bayi pada ibu. Bila bayi mulai menunjukkan tanda-tanda  rewel, jangan tunggu sampai ia menangis. Bayi yg menangis membuat situasi ibu makin sulit. Kepercayaan dirinya juga bisa jatuh bila tak berhasil menenangkan bayinya.

4. Pastikan hanya mengatakan hal-hal positif. Pujilah bayi dan  ibu dengan tulus, tapi jangan coba memberi nasihat kecuali diminta. Terlalu banyak mitos yg simpang siur di masyarakat dan  tak jarang saling bertolak belakang. Hal ini bisa membingungkan sang ibu.

5 .Jangan hanya fokus pada bayi, namun juga pada ibu. Kebanyakan tamu lebih tertarik pada bayi ketimbang pada ibu. Padahal, sang ibu telah melewati masa panjang kehamilan, dilanjutkan proses melahirkan yang melelahkan dan menyakitkan. Sang ibu berhak mendapatkan empati dari tamu. Tanyakan bagaimana perasaannya, dengarkan dengan seksama, beri saran saat diminta. Jangan mengajukan pertanyaan sensitif seperti "Kapan punya adik lagi? Kapan rencana hamil lagi?" Hal itu bisa membuat kesal.

Demikianlah etiket menjenguk ibu yang baru melahirkan, dikutip dari Buku Pintar ASI dan Menyusui karya @f_monika_b. :)

No comments:

Post a Comment